SKRIPSI!
Apasih yang ada di pikiran kalian tentang skripsi? Pusing, Stres, Ngantuk, Males, apalagi?. pasti buat mahasiswa yang baru semester awal-awal mikirnya skripsi itu suatu momok ya kayak ilmu eksak. Oke langsung saja pada artikel ini kita akan membahas tentang masalah yang seringkali muncul ketika membuat skripsi. Apa saja ?
Permasalahan yang biasanya dihadapi mahasiswa dalam proses penulisan skripsi diantaranya kesulitan mencari literatur, dana yang terbatas, tidak terbiasa menulis dalam arti menulis karya ilmiah, kurang terbiasa dengan sistem kerja terjadwal dengan pengaturan waktu sedemikian ketat dan masalah dengan dosen pembimbing skripsi (Darmono dan Hasan, 2005). Banyaknya mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan dalam tulis menulis, adanya kemampuan akademis yang kurang memadai, serta kurang adanya ketertarikan mahasiswa dalam penelitian (Slamet, 2003). Kesulitan–kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stress rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. Woww kebayang nggak sih sudah lama kuliah tapi, skripsi nggak kelar-kelar.
Kemudian Permasalahan muncul bagi rekan mahasiswa tadi tatkala diminta menentukan judul penelitiannya. Mereka bingung dan mengalami kesulitan. Bagaimana cara menemukan judul tersebut. Akibatnya, terjadilah penyakit sedikit bergaya “epilepsi” ditengah kegalauannya. Bagaimana solusinya ?
Peringatan Pertama, anda jangan berharap bahwa sebuah judul penelitian bagai wangsit dari semesta alam tetapi anda harus mencari dan menemukannnya sendiri. Kedua, jangan mencari judul hanya dengan bermodalkan pertanyaan dan berharap orang lain akan dengan mudah memberikan jawabannya. Ketiga Ubah Paradigma, Pertama, anda harus mengubah pemikiran bahwa penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi anda harus dimulai dari judul penelitian. Kedua, anda harus ke arah pemikiran bahwa penelitian bertujuan untuk mencari tahu atas suatu fenomena yang belum terjawab, mencari solusi terhadap masalah terjadi, mencari perbaikan dan pengembangan terhadap pengetahuan yang sudah tercatat oleh umat manusia. Bukan untuk mencari gelar! Jika anda memulai penelitian dengan mencari judul, maka langkah itu sama halnya anda hanya membaca sebuah buku yang dimulai dari sampulnya yang berisi informasi judul, penulis dan penerbit serta tahun terbitnya. Tatkala anda membuka lembar demi lembar ilmu di dalam buku tersebut. Anda akan terjebak kedalam lintasan pengetahuan yang telah dibangun oleh orang lain. Paradigma ini hanya tepat jika anda melakukan analisa pustaka.
Berbeda halnya dengan penelitian yang dibangun dari masalah yang dihadapi oleh anda sendiri atau tim kerja anda, maka anda membuat sendiri buku tersebut untuk dipersembahkan menjadi bacaan bagi orang lain. Berbeda toh? Ayo, mau ikut jadi pengikut (follower) atau pemimpin (leader) dalam dunia pengetahuan?
Mulai dari mana?
Penelitian tidak dimulai dari pencarian judul, tetapi muncul dari adanya masalah yang anda temui dalam kehidupan dan memerlukan jawaban untuk mengatasinya. Penelitian juga terbangun oleh rasa ingin tahu terhadap fenomena yang anda minati dan perlu dicari jawabnya. Bahkan, juga dibangun berdasarkan kebutuhan manusia terhadap inovasi dari teknologi yang sudah ada. Anda dapat menemukan masalah itu di lingkungan kerja sendiri. Bisa juga ditemui di lingkungan masyarakat anda sendiri. seperti kondisi banjir, kebutuhan teknologi pengeringan produk pertanian, pencernihan air, metode pengajaran matematika atau IPA sambil bermain pada anak-anak merupakan sebagian contoh kecil yang dapat digagas sebagai tema penelitian. Jika tim peneliti anda di universitas mampu menggalang kerjasama dengan tim lain, maka cakupan tema penelitian dapat diperluas pada suatu suatu wilayah, seperti kota, provinsi, atau negara. Perluasan cakupan dan kedalaman penelitian ini sangat tergantung pada ketersediaan waktu, tenaga, anggaran, serta peralatan, dan tim kerja pendukung.
Baca, Baca, Baca, dan Diskusi Kunci utama untuk menemukan titik awal masalah yang dapat dicari jawabannya melalui penelitian adalah peka terhadap keadaan di sekitar lingkungan anda. Artinya, anda harus mampu “membaca” keadaan lingkungan anda, kemudian anda harus rajin membaca pustaka yang terkait dengan masalah tersebut. Gunanya, untuk mencari tahu apakah sudah pernah dijawab atau ditemukan oleh orang lain. Sumber bacaan dapat dibaca dari buku acuan (handbook) sebagai pondasi informasi dan kerangka pikir, kemudian dilanjutkan membaca artikel di jurnal ilmiah sebagai informasi terkini. Anda juga harus rajin berdiskusi atau berkonsultasi dengan pembimbing, rekan mahasiswa, sesama kolega di tim peneliti, bahkan mengikuti seminar dan workshop yang terkait dengan upaya anda mempertajam cakupan penelitian anda.
Jadi, ketajaman membaca kondisi di lingkungan anda yang diimbangi rasa ingin tahu, akan mempercepat lahirnya sebuah gagasan penelitian anda yang akan menjadi tema, kemudian dipertajam lagi untuk menjadi judul penelitian anda dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu, tenaga, anggaran, serta peralatan, dan tim kerja pendukungnya.
JANGAN LUPA SEMANGAT YAA !!!
DAFTAR PUSTAKA
http://www.kompasiana.com/syukrinur/bagaimana-mencari-judul-penelitian-anda_552ff1ec6ea834be6f8b45f0
Nama : Lisna Indriyani
NIM :16419141020


Tidak ada komentar:
Posting Komentar