Jumat, 09 Juni 2017

MASALAH YANG SERING KALI TERJADI KETIKA MEMBUAT SKRIPSI



SKRIPSI!

Apasih yang ada di pikiran kalian tentang skripsi? Pusing, Stres, Ngantuk, Males, apalagi?. pasti buat mahasiswa yang baru semester awal-awal mikirnya skripsi itu suatu momok ya kayak ilmu eksak. Oke langsung saja pada artikel ini kita akan membahas tentang masalah yang seringkali muncul ketika membuat skripsi. Apa saja ? 

Permasalahan yang biasanya dihadapi mahasiswa dalam proses penulisan skripsi diantaranya kesulitan mencari literatur, dana yang terbatas, tidak terbiasa menulis dalam arti menulis karya ilmiah, kurang terbiasa dengan sistem kerja terjadwal dengan pengaturan waktu sedemikian ketat dan masalah dengan dosen pembimbing skripsi (Darmono dan Hasan, 2005). Banyaknya mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan dalam tulis menulis, adanya kemampuan akademis yang kurang memadai, serta kurang adanya ketertarikan mahasiswa dalam penelitian (Slamet, 2003). Kesulitan–kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stress rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi  dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. Woww kebayang nggak sih sudah lama kuliah tapi, skripsi nggak kelar-kelar.

Kemudian Permasalahan muncul bagi rekan mahasiswa tadi tatkala diminta menentukan judul penelitiannya. Mereka bingung dan mengalami kesulitan. Bagaimana cara menemukan judul tersebut. Akibatnya, terjadilah penyakit sedikit bergaya “epilepsi” ditengah kegalauannya. Bagaimana solusinya ? 

Peringatan Pertama, anda jangan berharap bahwa sebuah judul penelitian bagai wangsit dari semesta alam tetapi anda harus mencari dan menemukannnya sendiri. Kedua, jangan mencari judul hanya dengan bermodalkan pertanyaan dan berharap orang lain akan dengan mudah memberikan jawabannya. Ketiga Ubah Paradigma, Pertama, anda harus mengubah pemikiran bahwa penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi anda harus dimulai dari judul penelitian. Kedua, anda harus ke arah pemikiran bahwa penelitian bertujuan untuk mencari tahu atas suatu fenomena yang belum terjawab, mencari solusi terhadap masalah terjadi, mencari perbaikan dan pengembangan terhadap pengetahuan yang sudah tercatat oleh umat manusia. Bukan untuk mencari gelar! Jika anda memulai penelitian dengan mencari judul, maka langkah itu sama halnya anda hanya membaca sebuah buku yang dimulai dari sampulnya yang berisi informasi judul, penulis dan penerbit serta tahun terbitnya. Tatkala anda membuka lembar demi lembar ilmu di dalam buku  tersebut. Anda akan terjebak kedalam lintasan pengetahuan yang telah dibangun oleh orang lain. Paradigma ini hanya tepat jika anda melakukan analisa pustaka. 

Berbeda halnya dengan penelitian yang dibangun dari masalah yang dihadapi oleh anda sendiri atau tim kerja anda, maka anda membuat sendiri buku tersebut untuk dipersembahkan menjadi bacaan bagi orang lain. Berbeda toh? Ayo, mau ikut jadi pengikut (follower) atau pemimpin (leader) dalam dunia pengetahuan?  

Mulai dari mana? 

Penelitian tidak dimulai dari pencarian judul, tetapi muncul dari adanya masalah yang anda temui dalam kehidupan dan memerlukan jawaban untuk mengatasinya. Penelitian juga terbangun oleh rasa ingin tahu terhadap fenomena yang anda minati dan perlu dicari jawabnya. Bahkan, juga dibangun berdasarkan kebutuhan manusia  terhadap inovasi dari teknologi yang sudah ada. Anda dapat menemukan masalah itu di lingkungan kerja sendiri. Bisa juga ditemui di lingkungan masyarakat anda sendiri. seperti kondisi banjir, kebutuhan teknologi pengeringan produk pertanian, pencernihan air, metode pengajaran matematika atau IPA sambil bermain pada anak-anak merupakan sebagian contoh kecil yang dapat digagas sebagai tema penelitian. Jika tim peneliti anda di universitas mampu menggalang kerjasama dengan tim lain, maka cakupan tema penelitian dapat diperluas pada suatu suatu wilayah, seperti kota, provinsi, atau negara. Perluasan cakupan dan kedalaman penelitian ini sangat tergantung pada ketersediaan waktu, tenaga, anggaran, serta peralatan, dan tim kerja pendukung. 

Baca, Baca, Baca, dan Diskusi Kunci utama untuk menemukan titik awal masalah yang dapat dicari jawabannya melalui penelitian adalah peka terhadap keadaan di sekitar lingkungan anda. Artinya, anda harus mampu “membaca” keadaan lingkungan anda, kemudian anda harus rajin membaca pustaka yang terkait dengan masalah tersebut. Gunanya, untuk mencari tahu apakah sudah pernah dijawab atau ditemukan oleh orang lain. Sumber bacaan dapat dibaca dari buku acuan (handbook) sebagai pondasi informasi dan kerangka pikir, kemudian dilanjutkan membaca artikel di jurnal ilmiah sebagai informasi terkini. Anda juga harus rajin berdiskusi atau berkonsultasi dengan pembimbing, rekan mahasiswa, sesama kolega di tim peneliti, bahkan mengikuti seminar dan workshop yang terkait dengan upaya anda mempertajam cakupan penelitian anda. 

Jadi, ketajaman membaca kondisi di lingkungan anda yang diimbangi rasa ingin tahu, akan mempercepat lahirnya sebuah gagasan penelitian anda yang akan menjadi tema, kemudian dipertajam lagi untuk menjadi judul penelitian anda dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu, tenaga, anggaran, serta peralatan, dan tim kerja pendukungnya. 


JANGAN LUPA SEMANGAT YAA !!!





DAFTAR PUSTAKA




Nama : Lisna Indriyani 
NIM      :16419141020 


   

MENGENAL ADOBE FLASH

Apasih Adobe Flash CS6 itu  ?

Adobe Flash adalah salah satu produk/software dari Adobe (dahulu bernama Macromedia sebelum dibeli oleh perusahaan Adobe) yang digunakan untuk proses membuat dan mengolah animasi atau gambar yang menggunakan vektor untuk skala ukuran kecil. Dahulu Software ini penggunaanya ditujukan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bersifat online(menggunakan koneksi internet) ,namun seiring dengan perkembanganya Adobe Flash digunakan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bersifat offline(tidak menggunakan koneksi internet).File yang dihasilkan dari Software ini menggunakan ekstension .swf serta dapat di play atau diputar melalui Browser /Web dengan syarat sudah terinstall plugin Adobe Flash. 

Bahasa pemrogramman yang digunakan di Adobe Flash menggunakan bahasa Action Script. Umumnya banyak  yang menggunakan Action Script 2.0(ditujukan untuk penggunaan platform desktop) dan Action Script 3.0(ditujukan untuk penggunaan platform mobile).
Software yang banyak digunakan saat ini yaitu Adobe Flash CS6, CS6 atau Creative Suite 6 yang merupakan versi dari Adobe Flash yang sebelumnya yaitu Creative Suite 5. Melalui Adobe Flash CS6  kalian juga dapat membuat atau mengembangkan game,media pembelajaran atau bahan ajar, serta kuis,banner iklan dan lain-lain.

MENGENAL JENDELA KERJA

1. Mengenal Menu Dasar

Layar Flash terbagi dalam 7 area utama, yaitu menubar, layer, panel properties, toolbar, timeline, stage, dan panel,. 
Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Adobe Flash CS3 Professional, saat Anda memulai membuat file baru. 












Menubar
Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Adobe Flash CS3.




Toolbar
Toolbar Adalah panel berisi berbagai macam tool. Tool-tool tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok : Tools
; berisi tombol-tombol untuk membuat dan mengedit gambar, View; untuk mengatur tampilan lembar kerja, Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit, Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar. 
Dan berikut fungsi dari Tools pada Flash :





























Timeline
Timeline/garis waktu merupakan komponen yang digunakan untuk mengatur atau mengontrol jalannya animasi. Timeline terdiri dari beberapa layer. Layer digunakan untuk menempatkan satu atau beberapa objek dalam stage agar dapat diolah dengan objek lain. Setiap layer terdiri dari frame-frame yang digunakan untuk mengatur kecepatan animasi. Semakin panjang frame dalam layer, maka semakin lama animasi akan berjalan.








Stage
Stage digunakan untuk memainkan objek-objek yang akan diberi animasi. Dalam stage kita dapat membuat gambar, teks, memberi warna dan lain-lain.

Panel
Beberapa panel penting dalam Adobe Flash CS3 Professional, diantaranya panel: Properties, Filters & Parameters, Actions,
Library, Color dan Align & Info & Transform 













Properties
Panel Properties akan berubah tampilan dan fungsinya mengikuti bagian mana yang sedang diaktifkan. Misalnya Anda sedang mengaktifkan Line tool, maka yang muncul pada jendela properties adalah fungsi-fungsi untuk mengatur line/garis seperti besarnya garis, bentuk garis, dan warna garis.









Library
Panel Library mempunyai fungsi sebagai perpustakaan simbol/media yang digunakan dalam animasi yang sedang dibuat. Simbol merupakan kumpulan gambar baik movie, tombol (button), sound, dan gambar statis (graphic).

2. Document Properties
Fungsi Document Properties adalah untuk melakukan pengaturan ukuran layar, warna background, framerate, dan dimensi dari animasi yang akan dibuat. Untuk memanggil kotak dialog Document Properties, pilih jendela Properties di bawah layar, kemudian pilih tombol Size.





















HASIL KARYA DAPAT DILIHAT DI


DAFTAR PUSTAKA


                                                                         Nama : Lisna Indriyani
                                                                       NIM   : 16419141020


MENGENAL COREL DRAW


Belajar Corel Draw itu gampng-gampang susah, susahnya kalau download aplikasinya dan sekalinya download hanya trial dan ini sangat membosankan. Singkat cerita, saya mulai mendapat pelajaran Corel Draw itu saat di bangku SMA, waktu itu diajarkan bagaimana membuat desain rumah. Tapi lama kelamaan saya mulai sedikit lupa bagaimana menggunakan aplikasi ini, karena sudah lama tidak memepelajarinya. Namun sekarang aku dudu di bangku perkuliahan mata kuliah tentang Corel Draw kembali diajarkan. Corel Draw sendiri adalah  Corel draw sendiri adalah aplikasi desain grafis yang dapat dipegunakan untuk membuat logo, kalender, majalah, poster, dan lain-lain yang dikenal di era digital ini. 

Pada tahun 1987,Corel menyewa programmer untuk membuat suatu aplikasi grafik berbasis vektor. yaitu, Michel Bouillon dan Pat Beirne. dan dipasarkan oleh corel corporation yang berpusat di Ottawa, Canada. Versi terakhir adalah X7. Sejarah perkembangan corel draw bermula pada tahun 1985, dimana DR. Michael Cowpland salah seorang staf dari corel corporation Ottawa, yanag memulai menjual produk corel draw pada intel based desktop publishing systems.
 Awal mula corel draw dirilis pada tahun 1989, corel draw 1.x dan corel draw 2.x berjalan pada windows. Corel draw 3.x rillis bersama dengan Microsoft windows 3.1. fakta yang terdapat dalam true type pada windows 3.1 merubah corel draw benar-benar menjadi sebuah program ilustrasi yang dapat menggunakan sistim instalasi lainnya tanpa rekomendasi aplikasi pihak ketiga seperti adobe type manager.

Awal bermulanya coreldraw yaitu pada saat tahun 1985 yang mana seorang staf yang beliau sendiri bekerja di corel corporation Ottawa, yaitu bernama Dr. Michael Cowpland, beliau mulai menjual produk coreldraw ini hingga akhirnya terkenal dan sangatlah berguna bagi seluruh duniaDan saat ini CorelDraw sedang membuat atau merilis versi yang sangat baru dan semakin modern, yang terbaru sekarang adalah x6, dan juga coreldraw sangat banyak mempunyai beberapa versi sampai akhirnya sejumlah 16 versi, yang mana setiap versi akan berubah bentuk dan akan semakin menjadi yang lebih modern lagi.

Ada banyak sekali tools dalam Corel Draw, yang bisa anda lihat dan anda pelajari sendiri di  http://www.coreldraw.com/en/pages/items/1200075.html . Anda juga bisa belajar Menggambar dengan COrel Draw secara otodidak melalui https://id.pinterest.com/DediMulyadiR/tutorial-coreldraw-mastering-coreldraw-belajar-cor/

saya juga masih belajar Corel Draw, dan dibawah ini adalah hasilnya 




Nama   : Lisna Indriyani

  NIM         : 1641914102





MENGENAL CAMTASIA 7

CAMTASIA!!!